“Klo berpakain yg rapih donk pake kemeja celana bahan kan enak di lihat”
“Bicaranya jgn pake elo gw donk ga sopan bgt dah”
“Aduh,, kok musiknya melo terus sich”
“Kulihat dimataku begitu banyak kekurangan dalam dirimu sehingga aku merasa perlu memperbaikimu, mulai dari berpakaian cara berbicara bahkan pola hidup. Ku ingin kamu sempurna sebagai manusia.”
Begitulah kita begitu banyak kekurangan orang lain dalam kepala kita sehingga kita tak mampu lagi untuk menampung kekurangan diri sendiri. Kita sibuk mengamati orang, menilai orang, mengatur orang tanpa kita sadari kita telah melupakan diri kita sendiri.

“MULUT ITU SANGAT MUDAH MENGUCAPKAN TAPI BADAN SANGAT SULIT UNTUK MENGAMALKAN”