Keputrian

URGENSI TARBIYAH AKHWAT MUSLIMAH

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki kecenderungan dan pilihan-pilihan. Manusia adalah makhluk dinamis, yang mampu mencerap perubahan, positif ataupun negatif, sehingga memungkinkannya berada dalam kondisi yang tidak permanen kebaikan atau keburukannya. Berbeda dengan malaikat yang permanen dalam kebaikan, dan setan yang permanen dalam kejahatan, manusia adalah makhluk yang perlu melakukan suatu usaha untuk menjadi baik, sebagaimana memerlukan suatu usaha untuk menjadi buruk.

Manusia memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi, pada saat yang bersamaan ia juga diberi kebebasan memilih jalan. Namun, apapun pilihan manusia,  jalan kebaikan atau memilih ke arah yang buruk, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah. Semuanya memiliki konsekuensi tersendiri. Allah berfirman:“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban” (Al Isra’(17): 36). Tarikan-tarikan ke arah kebaikan dan keburukan berlangsung secara eternal dalam diri manusia sepanjang kehidupannya. Karena kondisi yang senantiasa berada dalam tarikan-tarikan kecenderungan seperti inilah, ia senantiasa memerlukan penguatan untuk perbaikan diri. Manusia memerlukan penjagaan yang bersifat terus menerus, karena kecenderungan dalam diri itupun berlangsung sepanjang hidup. Disinilah peran pembinaan diri (tarbiyah) mendapatkan tempat dan posisi yang signifikan.

More >

Begitu Istimewanya Perempuan

1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika
ditanya kepada Rasulullah S.A.W akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapak
dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang soleh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa
menangis karena takutkan Allah S.W.T dan orang yang takutkan Allah S.W.T akan diharamkan api neraka
ke atas tubuhnya.

More >

Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab

“Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab”
Oleh : Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly

MUQADDIMAH

“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwannnya. ” (Asy Syams: 7-8 )

Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau jalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati kebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di antara sifat-sifat orang yang terhindar dari kerugian.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al ‘Ashr, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling menasihati. More >