LDK Al-Azzam
Website Resmi Al-azzam
Website Resmi Al-azzam
Jan 19th

Anda pasti tahu kue tart? Saat ulang tahun biasanya kue tart diberi hiasan yang indah. Harga jualnya mencapai jutaan rupiah. Luar biasa bukan? Namun, bagaimana bila kue yang enak dan indah itu tiba-tiba jatuh ke tanah berpasir, masihkah punya harga? Tentu tidak.
Sekarang Anda keluarkan uang seratus ribu rupiah. Jatuhkan ke tanah berpasir, injak uang itu, kotori dengan pasir. Sekarang ambil kembali uang itu. Apakah uang itu masih bernilai seratus ribu rupiah? Jawabnya: masih.
Begitulah analogi antara orang yang hidup dengan nilai dan tidak. Kue tart ibarat orang yang hidup tanpa nilai. Saat ia jatuh ia tak punya nilai sama sekali. Uang ibarat orang yang punya nilai, walau jatuh bahkan diinjak-injak ia masih punya nilai.
Kita bukanlah kue tart yang enak dimakan, sedap dipandang, dipenuhi hiasan indah, ditepuki banyak orang namun saat terjatuh kita tak punya nilai apapun. Kita adalah manusia yang seharusnya punya nilai yang dipegang, diperjuangkan dan disebarluaskan.
Jan 15th
Sebaik-baiknya manusia di sisi Allah adalah orang yang terlebih dahulu memberikan salam,

Jan 11th
“ I Proud to be a Muslimah, Because We are so Special ”
Muslimah’s Days merupakan event unggulan dari Divisi Akhwat Sholeh LDK AL–Azzam yang mengajak muslimah di Universitas Budi Luhur untuk bangga dan dapat menghargai diri sebagai seorang Muslimah.
Jakarta, 15 dan 16 Maret 2012 – Lembaga Dakwah Kampus Universitas Budi Luhur Jakarta, menyelenggarakan acara Muslimah’s Days “I Proud to be a Muslimah, Because we are so Special ” sebagai event unggulan dari Divisi Akhwat Sholehah ( Da’wah ).
Muslimah’s Days yang diselenggarakan oleh Da’wah LDK AL–Azzam diselenggarakan tanggal 15 dan 16 Maret 2012 dengan tema “I Proud to be a Muslimah, Because we are so Special ”. Bertempat di Ruang Auditorium – Universitas Budi Luhur, Da’wah LDK AL–Azzam mengajak muslimah yang berada di lingkungan Universitas Budi Luhur untuk bangga dan menghargai diri sebagai Muslimah.
“ Dalam Islam menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki – laki dan muslim perempuan, untuk itu adalah salah jika ada paradigma yang mengatakan bahwa tugas muslimah hanya lah di rumah saja. Untuk itu lah melalui acara Muslimah’s Days “I Proud to be a Muslimah, Because we are so Special ” Kami ( Divisi Akhwat Sholihah ) LDK AL–Azzam mengajak para muslimah di Universitas Budi Luhur khususnya dan para peserta dari universitas lain untuk dapat berprestasi dan bangga menjadi muslimah. Melalui acara ini pula diharapkan para peserta dapat memancarkan “ Pesona ” sebagai muslimah. ” ucap Ketua Pelaksana Dwi Astuti Kurniaputri
Tidak dipungkuri pertumbuhan populasi perempuan di Indonesia lebih pesat dibandingkan pertumbuhan polulasi laki – laki. Pertumbuhan populasi perempuan yang lebih pesat tersebut menimbulkan efek persaingan yang cukup ketat diantara para perempuan. Para perempuan dituntut untuk dapat mandiri, kreatif dan inovatif di setiap aspek kehidupan.
Melihat fenomena tersebut maka Kami dari Divisi Akhwat Sholehah, LDK AL–Azzam menyelenggarakan suatu event : Muslimah’s Days “I Proud to be a Muslimah, Because we are so Special ” yang mengajak muslimah di Universitas Budi Luhur Khususnya untuk bangga terhadap apa yang telah Allah berikan dan menghargai diri sebagai muslimah dan juga para muslimah pada umumnya.
Pada hari pertama penyelenggaran Muslimah’s Days “I Proud to be a Muslimah, Because we are so Special ” yaitu tanggal 15 Maret 2012 akan diadakan Seminar Muslimah, dengan Tema Seminar : “ Pancarkan Pesona Kilau Mu ”. Diisi oleh pembicara yang kompeten di bidangnya, Oki Setiana Dewi – Aktris, Asma Nadia – Penulis Buku, Arreta Rei, M.Sc – dosen UI, mengajak para peserta seminar untuk dapat memancarakan pesona sebagai Muslimah. Bukan sebagai ajang untuk dapat menarik lawan jenis yang bukan Mahram nya, tetapi untuk membuktikan bahwa Muslimah juga dapat berprestasi.
Selanjutnya pada tanggal 16 Maret 2012, para peserta akan disibukan dengan serangkaian acara dalam Beauty Class. Pada acara Beauty Class para peserta akan diajarkan cara Pemakaian Kosmetik dalam Islam, bagaimana Islam memandang kosmetik, seperti apa kosmetik yang sesuai dengan syari’ah, dan bagaimana pemakaianya yang sesuai dalam Islam. Jadi peserta Beauty Class tidak hanya cantik secara jasadiahnya saja, tetapi juga cantik secara batiniah.
Tidak hanya mempraktikan langsung penggunaan kosmetik dalam Islam, dalam Beauty Class ini juga akan diperlihatkan suatu demo masak dari Chef Marinka. Diharapkan melalui demo masak ini para peserta Beauty Class berani membuat terobosan – terobosan dalam hal masak – memasak.
“ Acara ini akan sangat menarik dan bermanfaat, karena selain diberi wawasan pengetahuan mengenai kesuksesan para muslimah, akan diajarkan langsung pula bagaimana pemakaian kosmetik, para peserta juga akan ditunjukan suatu demo masak yang sangat sayang jika dilewatkan. Kami berharap acara ini dapat berjalan lancar dan mendapat sambutan yang hangat dari para muslimah. ” ucap Dwi Astuti Kurniaputri menambahkan.
Melalui acara Muslimah’s Days ini diharapkan dapat memotivasi para muslimah agar semakin bangga menjadi seorang muslimah, sehingga dapat menciptakan para muslimah yang berprestasi dan muslimah yang tidak hanya cantik secara lahiriah nya saja, tetapi juga cantik secara batiniah.
CP : Aggi Mulyani
No. Kontak : 08568310856
Email : aggikeput_47@hotmail.com
Dec 24th
Allah subhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imron: 133)
Dan dalam ayat lain berfirman, artinya, “Dan untuk yang demikin itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. al-Muthaffifin: 26)
Dan dalam ayat lain Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat, Artinya, “Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.” (QS. ash-Shaffat: 61)
Dalam ketiga ayat ini Allah subhanahu wata’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berlomba-lomba dan bersegera dalam mendapatkan Jannah (surga) Nya,
Ada beberapa jalan untuk meraih Jannah, dan di antara jalan-jalan itu adalah Birrul Walidain (ta’at kepada orang tua). Cukup banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan tentang itu. Bahkan dalam beberapa ayat, Allah subhanahu wata’ala merangkaikan ketaatan kepada orang tua dengan beribadah kepada-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak,…” (QS. an-Nisa: 36)
Dan juga Dia subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. al-Isra: 23)
Diulang-ulangnya ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan dirangkaikannya ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala menunjukkan tentang keutamaan ‘Birrul Walidain’ (berbakti kepada orang tua). Hal ini juga didukung dengan beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menerangkan tentang keutamaan ‘Birrul Walidain’, di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Ya Rasulullah! Siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik? “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ibumu” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Bapakmu”. (HR. Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)
Dan dalam hadits lain disebutkan, artinya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta ijin kepadanya untuk ikut berjihad. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Berjihadlah (dengan berbakti) pada keduanya.” (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)
Keutamaan ‘Birrul Walidain’ yang lain adalah bahwa hal itu merupakan sifat para Nabi’alaihimussalam. Allah subhanahu wata’ala mengisahkan tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam firman-Nya, artinya, “Ibrahim berkata, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam: 47). Juga pujian Allah subhanahu wata’ala kepada Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, artinya, “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku sebagai seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32 )
More >